Jumlah Kasus Kebakaran di Karanganyar Melonjak, Human Error Jadi Pemicu

 



KARANGANYAR -  Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Karanganyar mencatat adanya lonjakan angka jumlah kebakaran di wilayah setempat dalam lima bulan terakhir sepanjang 2026 ini.
Dari data di Satpol PP Karanganyar dari bulan Mei hingga Agustus menunjukkan angka jumlah kasus kebarakaran meningkat tiap bulannya. Human error atau kesalahan manusia diduga menjadi pemicu utama peristiwa kebakaran terjadi.

Tercatat jumlah kasus kebakaran di Bumi Intanpari mencapai 51 kejadian pada Juli 2026. Jumlah itu kembali meningkat menjadi 52 kejadian pada Agustus 2026. Angka tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan Juni 2026  sebanyak 25 kejadian kebakaran.

Kasi  Damkar Satpol PP Karanganyar, Danang Kusuma Wardana, mengatakan mayoritas kebakaran selama periode tersebut terjadi di lahan kosong. Kebakaran umumnya dipicu aktivitas manusia, terutama pembakaran yang dilakukan tanpa pengawasan.

“Kebanyakan dari orang membakar tetapi tidak diawasi. Jadi tanpa pengawasan. Kebanyakan memang faktor manusia karena membakar lahan tanpa pengawasan,” ujar Danang sebagaimana dikutip dari Solopos.com, Senin (7/9).

Selain aktivitas pembakaran, Damkar juga menemukan sejumlah kasus yang diduga berkaitan dengan tindakan orang tak bertanggung jawab. Kondisi cuaca kering selama musim kemarau turut membuat rumput dan material mudah terbakar.

Kendati begitu, Danang menilai faktor cuaca bukan menjadi penyebab utama. Menurut dia, sebagian besar kejadian kebakaran tetap berkaitan dengan aktivitas manusia. Danang mengingatkan masyarakat yang terpaksa melakukan pembakaran di lahan agar tidak meninggalkan api begitu saja. Pembakaran harus dilakukan dengan pengawasan dan memperhatikan kondisi sekitar.

Menurut dia, masyarakat juga perlu membuat sekat terlebih dahulu di sekitar area yang akan dibakar. Sekat dapat dibuat berbentuk melingkar maupun kotak untuk mencegah api merembet ke area lain.

"Yang pertama harus ada pengawasan. Yang kedua kita juga harus menyiapkan sekat. Jangan sampai ketika ada sesuatu yang mendadak kita tinggalkan, kemudian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Lebih lanjut Danang mengatakan api tidak boleh ditinggalkan sebelum benar-benar padam. Langkah tersebut penting untuk mencegah bara kembali menyala dan menjalar ke lahan di sekitarnya. Selain lahan kosong, kebakaran rumah juga masih menjadi salah satu kejadian yang ditangani petugas Damkar Karanganyar. Penyebabnya mayoritas berkaitan dengan kelalaian manusia, seperti lupa mematikan kompor maupun anak-anak yang bermain api.

Kasus kebakaran rumah juga lumayan banyak. Itu kebanyakan juga faktor kelalaian manusia. Lupa mematikan kompor atau mungkin anak-anak bermain api,” ujar Danang.

Dia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama saat menggunakan sumber api di lingkungan rumah maupun ketika melakukan aktivitas pembakaran di lahan.

Selain menangani kebakaran, Damkar Karanganyar juga menangani berbagai kejadian lainnya. Pada Agustus, total kejadian yang ditangani mencapai 120 kasus, meliputi 18 operasi tangkap tawon (OTT), 11 evakuasi ular, tujuh evakuasi biawak, enam evakuasi cincin, serta sejumlah kejadian penyelamatan dan penyemprotan.

Pada Juli, total kejadian yang ditangani mencapai 116 kasus, sedangkan pada Juni sebanyak 87 kasus.
Danang kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele aktivitas pembakaran, terutama di tengah kondisi kemarau. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merembet ketika mengenai vegetasi atau material kering.

About gandrungsolo

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.