Fenomena Tahunan Makam Berserakan di Waduk Gajah Mungkur Mulai Terlihat

 


WONOGIRI - Puluhan makam lawas mulai terlihat di dasar Waduk Gajah Mungkur Wonogiri dalam beberapa hari terakhir ini. Kemunculan makam-makam yang berserakan di dasar waduk itu bukanlah sebuah hal mistis. Hal itu merupakan fenomena tahunan yang muncul ketika musim kemarau berkepanjangan.

Penyebabnya permukaan air Waduk Gajah Mungkur  mulai surut saat musim kemarau. Kondisi ini membuat puluhan makam kuno kembali terlihat di dasar waduk, termasuk di wilayah Kelurahan/Kecamatan Wuryantoro.

Sejumlah batu nisan dan kijing makam perlahan terlihat itu, membuka kembali jejak kehidupan masyarakat yang telah puluhan tahun tenggelam di kawasan tersebut. Sebagian batu nisan masih terlihat utuh. Namun, sebagian lainnya tinggal puing-puing yang terkikis setelah bertahun-tahun terendam air.
Yang menarik perhatian, pada sejumlah batu nisan masih terlihat samar-samar tulisan nama pemilik makam.

Tulisan tersebut menjadi salah satu jejak kehidupan masyarakat yang pernah mendiami kawasan itu sebelum wilayahnya berubah menjadi genangan Waduk Gajah Mungkur. Puluhan kijing tidak lagi tersusun seperti makam pada umumnya.

Sebagian tergeletak di tanah, beberapa pecah, sementara makam lainnya masih berada di bagian yang tergenang air. Pada sejumlah kijing juga masih terlihat tulisan tahun, meski sudah samar akibat usia dan terkikis air selama puluhan tahun. Di antaranya tercatat tahun 1957 hingga 1977. Artinya, makam-makam tersebut telah ada jauh sebelum kawasan itu berubah menjadi bagian dari Waduk Gajah Mungkur.

Camat Wuryantoro Soemardjono Fadjari mengatakan kemunculan makam kuno di dasar WGM merupakan fenomena yang rutin terjadi. Makam mulai terlihat ketika permukaan air waduk menyusut pada musim kemarau.

"Setiap kemarau biasanya makam-makam itu mulai terlihat. Tapi baru sebagian, karena masih ada air," ujar Soemardjono dilansir dari Tribun Solo. Menurutnya, tahun ini belum seluruh makam muncul karena permukaan waduk masih ada yang tergenang air atau belum seluruhnya kering.

Semakin surut permukaan waduk, kata dia, semakin banyak pula makam yang kemungkinan akan terlihat.
Biasanya, makam-makam tersebut mulai bermunculan sekitar Agustus. Namun, tahun ini penyusutan air berlangsung lebih lambat.

"Biasanya Agustus sudah mulai kelihatan. Tahun ini surutnya agak lambat, sehingga belum semuanya muncul," jelas dia. Makam-makam tersebut merupakan peninggalan masyarakat yang telah tinggal di kawasan itu sebelum pembangunan Waduk Gajah Mungkur. Ketika proyek pembangunan waduk berlangsung, sejumlah permukiman warga di wilayah terdampak harus ditinggalkan.

About gandrungsolo

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.