KARANGANYAR — Wilayah di Kabupaten Karanganyar masih mampu menjaga pasokan ketersediaan air bersih meski musim.kemarau berlangsung cukup lama pada tahun ini. Hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar belum menerima satu pun laporan tentang adanya kekeringan di semua wilayah Bumi Intanpari. BPBD juga sampai saat ini menyatakan belum ada satu pun wilayah di 17 kecamatan yang meminta suplai air bersih saat musim.kemarau berlangsung cukup lama hingga awal September ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Sugiharjo, mengatakan ada satu faktor penting yang menyebabkan wilayah di Karanganyar tetap mampu menjaga ketersediaan air bersih saat kemarau panjang melanda. Kunci pokok tersebut salah satunya karena keberadaan sejumlah sumber air yang telah dibangun pemerintah maupun masyarakat secara swadaya beberapa waktu lalu.
"Ahamdulillah, sampai sekarang belum ada. Belum ada laporan kepada kami untuk dropping air,” kata Sugiharjo sebagaimana dikutip dari Solopos, Jumat (4/9/2026).
Sugiharjo menjabarkan, selama ini telah ada kolaborasi yang baik antara Pemkab Karanganyar bersama masyarakat untuk membangun sejumlah sumur guna memenuhi kebutuhan air bersih warga. Adapula Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang turut membantu ketersediaan sumber air di sejumlah wilayah.
“Karena tahun-tahun kemarin Pemkab Karanganyar dan juga beberapa warga sudah membangun sumur dalam. Pamsimas dan sebagainya. Alhamdulillah, sampai sekarang belum ada permintaan dropping air bersih ke kami,” ujarnya.
Kendati belum ada wilayah yang melaporkan kekeringan serta tak terdapat permintaan dropping air bersih, BPBD tetap siaga membuka layanan bantuan air. Sugiharjo menginformasikan, apabila warga sewaktu l-waktu butuh droping air bersih bisa menghubungi Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Karanganyar dengan menyampaikan lokasi yang membutuhkan bantuan.
“Silakan cukup hubungi TRC, kemudian lokasinya di mana, kita siap ke sana,” jelas Sugiharjo.
Droping air bersih ini menurut dia akan diberikan secara gratis. Sugiharjo memastikan BPBD tidak memungut biaya sepeser pun dalam droping air.bersih guna membantu warga yang krisis air bersih.
Pihaknya selama ini juga aktif memantau kondisi semua wilayah untuk mengantisipasi munculnya kesulitan air bersih di suatu wilayah. Dengan begitu bisa dipetakan secara dini untuk menyuplai kebutuhan air bersih sehingga dapat tertangani dengan cepat.
Sementara itu, sektor pelayanan air bersih di Karanganyar sejauh ini juga belum mengalami gangguan akibat musim kemarau panjang.
Direktur PUDAM Tirta Lawu Karanganyar, Agung Wibisono, mengatakan debit sejumlah sumber air yang berada di kawasan lereng Gunung Lawu memang mengalami penurunan. Namun, penurunan tersebut masih dalam batas aman dan belum mengganggu pelayanan kepada pelanggan.
“Untuk saat ini di Karanganyar belum mengalami dampak untuk kekeringannya. Debit kami yang ada di lereng Gunung Lawu untuk penurunan masih sedikit. Masih mampu untuk melayani pelanggan-pelanggan kami yang ada di Kabupaten Karanganyar,” kata Agung.
PUDAM Tirta Lawu saat ini melayani sekitar 80.000 pelanggan di Kota Tentram. Untuk menjaga kontinuitas pelayanan apabila terjadi penurunan debit yang lebih signifikan, perusahaan akan mengoptimalkan kapasitas instalasi pengolahan air (IPA) serta sumber air dari 17 sumur yang dimiliki.
“Pelayanan kami akan kami optimalkan yang ada di IPA kami. Sumur-sumur kami akan kami optimalkan di 17 titik,” ujarnya. Agung mengatakan PUDAM Tirta Lawu juga siap melakukan distribusi air menggunakan mobil tangki apabila sewaktu-waktu terdapat wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih akibat kekeringan. Dropping air menjadi salah satu alternatif penanganan apabila kondisi di lapangan membutuhkan.
