Revolusi Pengelolaan Sampah dari Dapur: Bipeka PKS Banjarsari Selatan Gelar Pelatihan Berbasis Ekonomi Keluarga

 


SURAKARTA — Masalah sampah rumah tangga yang selama ini kerap menjadi beban bagi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kini mulai diubah paradigmanya oleh warga Banjarsari Selatan. Melalui pelatihan intensif bertajuk “Rahasia Sampah Jadi Berkah” yang diselenggarakan oleh Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPC PKS Banjarsari Selatan pada Ahad (24/5/2026), pengelolaan sampah kini diarahkan menjadi sumber ekonomi baru berbasis keluarga.

Acara yang mendapat antusiasme tinggi dari warga ini turut dihadiri langsung oleh Ibu Wali Kota Surakarta, Vanessa Winastesia. Kehadiran beliau menegaskan bahwa isu pengelolaan lingkungan hidup saat ini telah menjadi prioritas kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, partai politik, dan komunitas akar rumput.

Perubahan Pola Pikir di Level Rumah Tangga

Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, Pakar Lingkungan sekaligus Ketua Bidang Energi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim DPD PKS Surakarta, Dr. Dian Kresnadipayana, M.Si. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa kunci utama dari revolusi pengelolaan sampah terletak pada perubahan pola pikir (mindset) di level domestik atau dapur rumah tangga.

"Jika dikelola dengan benar, sampah bukan lagi masalah atau kotoran yang harus disingkirkan. Ini adalah sumber manfaat ekonomi dan keberkahan bagi keluarga jika kita disiplin memilahnya sejak dari rumah," tegas Dr. Dian di hadapan para peserta.

Dr. Dian menambahkan bahwa pemilahan yang konsisten antara sampah organik, non-organik, dan residu tidak hanya berkontribusi dalam menyelamatkan lingkungan Surakarta dari ancaman polusi. Lebih dari itu, langkah ini dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi—baik berupa uang tunai maupun tabungan—melalui optimalisasi jaringan Bank Sampah dan pembuatan kompos kreatif.

Sinergi Sektor dan Target Pengurangan Sampah Berbasis RW

Pelatihan ini tidak sekadar menjadi ajang teori. Berbagai elemen penggerak masyarakat, mulai dari Kader PKS Perempuan Banjarsari Selatan, perwakilan Dawis RW 09 Sumber, hingga pegiat bank sampah RW 10 Banyuanyar terlibat aktif dalam diskusi taktis mengenai tantangan nyata di lapangan.

Melalui gerakan terintegrasi ini, Bipeka PKS Banjarsari Selatan menargetkan lahirnya kesadaran kolektif yang masif di tengah masyarakat. Dengan demikian, reduksi volume sampah tidak lagi bertumpu sepenuhnya pada armada dinas kebersihan, melainkan dapat diselesaikan dan menghasilkan nilai tambah langsung sejak dari tingkat rukun warga (RW).

About gandrungsolo

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.